Macet Penyebab Bensin Boros
Macet Jakarta Bikin Boros Bensin

Sudah Mulai Macet, Ini Sebab Berkendara di Jakarta Boros Bensin

30 Apr 2021 | 08:52 WIB

Mobil merupakan kendaraan pilihan masyarakat kota, berkendara dengan mobil menjadi praktis bila harus berpergian bersama keluarga. Namun, sebagai penduduk kota khususnya Jakarta, hal yang menjadi masalah saat berpergian adalah kemacetan. Tidak hanya itu, soal konsumsi bahan bakar ternyata berkendara di Jakarta pada jam sibuk tergolong paling boros di antara kota lainnya.

Sudah Mulai Macet, Ini Sebab Berkendara di Jakarta Boros Bensin

Ini seperti diungkapkan Audi Tarantini, EC Advantage Stage Evaluation Department, Test and Validation Division (R&D) ADM. Dirinya kemudian menyebut, alasannya adalah pola berkendara yang membuat mobil berhenti dan bergerak tidak teratur.

"Kota Jakarta dengan kepadatan lalu lintas yang sebentar-sebentar ngerem itu yang membuat boros. Berbeda dengan kota lain seperti contohnya Surabaya dan Semarang di mana pengeremannya teratur dan tidak dilakukan dengan intensitas yang sering, ini yang buat lebih hemat," ujar Audi yang dilansir dari Kompas.com beberapa waktu lalu.

Audi juga menyebutkan, kalau sepeda motor di Jakarta salah satu penyebab mobil sering ngerem. Sementara di Surabaya, di sebutnya ada aturan kalau sepeda motor hanya boleh berada di sebelah kiri, ketika berjalan di sebelah kanan maka ditilang.

"Jadi start-stop itu membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Kalau dihitung, Jakarta lebih boros 20 persen dibanding dengan di Surabaya," tutur Audi.

Sudah Mulai Macet, Ini Sebab Berkendara di Jakarta Boros Bensin

Tim Daihatsu kata Audi, melakukan pengujian dengan menggunakan fuel meter dan dilakukan pada waktu pagi' siang dan malam. Di Jakarta juga, kondisi macet pada waktu sore atau malam lebih parah dibanding pagi hari, karena ditambah dengan kesibukan pusat perbelanjaan.

"Kalau pagi kan mall belum buka," kata Audi.

Baca juga: Isi Bensin Kendaraan Ada Ketentuanya, Perhatikan 3 Hal Ini

Kalau terkait dengan konsumsi bahan bakar rata-ratanya, Audi menyebut Jakarta bisa 10 kilometer per liter dengan kecepatan di kisaran 10-20 kpj. Sedangkan di Surabaya sekitar 13 kilometer per liter, pada kecepatan standar 40 kpj.

Nah Sahabat Garasi, sekarang jadi tahu ya sebab pasti kenapa berkendara di Jakarta begitu boros bila di banding berkendara di kota-kota lain. Untuk sedikit mengatasi keborosan mobilmu, Garasi.id punya solusi untuk mobil kesayanganmu agar irit bahan bakar nih. 

Tips Mobil Irit Bahan Bakar

Nah Sahabat Garasi, berikut ini ada 5 cara yang perlu kamu ketahui, agar mobil jadi lebih irit bahan bakar dari sebelumnya.

Sudah Mulai Macet, Ini Sebab Berkendara di Jakarta Boros Bensin

1. Jaga RPM Mesin Mobil Kamu

Posisi putaran terbaik untuk mengoper gigi agar hemat bahan bakar adalah RPM 1.500 hingga RPM 2.200, jika mobil kamu bermesin bensin. Tapi jika mobil kamu bermesin diesel, maka putaran terbaiknya adalah RPM 1.100 hingga RPM 2.000. Jangan tunggu hingga mobil meraung keras baru lakukan perpindahan gigi karena selain membuat bahan bakar lebih boros, itu juga tidak baik bagi mesin mobil.

2. Sesuaikan Jenis Bahan Bakar Mobil Kamu

Sesuaikan oktan bahan bakar kendaraan kamu dengan rasio kompresi mobil. Menggunakan oktan RON92 pada mobil yang seharusnya memakai oktan RON88, akan membuat bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna dan akan terbuang melalui knalpot.

Sebaliknya, jika mobil kamu harusnya memakai oktan RON92 dan kamu malah memakai oktan RON88, kerja mesin tidak akan maksimal karena bahan bakarnya tidak mampu 'mengangkat' performa. Hal ini akan memicu kamu untuk menginjak pedal gas lebih dalam lagi, guna mengejar performa yang seharusnya bisa didapat secara normal jika kamu menggunakan oktan yang sesuai.

3. Periksa Tekanan Udara Pada Ban

Kondisi ban kurang angin dapat memicu gesekan yang lebih besar antara ban mobil dengan jalan. Hal ini membuat traksi pada ban jadi berkurang, sehingga memaksa mesin bekerja lebih keras. Jika dibiarkan, kondisi ini akan merongrong bahan bakar mobil kamu tanpa disadari. Sahabat Garasi, rajin-rajinlah periksa tekanan ban mobil secara rutin. Ban dengan tekanan angin yang tepat, dapat membuat bahan bakar jadi lebih hemat hingga 20% lho.

4. Sesuaikan Suhu Pendingin Ruangan (AC)

Semakin rendah suhu yang kita setel maka akan semakin berat kerja mesin mobil. Semakin berat kerja mesin mobil, tentu semakin banyak bahan bakar yang harus dikonsumsinya.

Memang mau tidak mau, kita orang Indonesia pasti harus menyetel suhu AC mobil serendah mungkin jika tidak mau 'terpanggang' di dalam mobil sendiri. Tapi jika cuaca sedang hujan, atau mendung, atau sedang tidak panas, tidak ada salahnya mematikan AC mobil untuk menghemat bahan bakar.

5. Hindari Membawa Beban Berlebih Pada Mobil

Jangan bawa yang tidak perlu. Semakin besar beban yang kamu limpahkan ke dalam mobil kamu, maka itu akan mempengaruhi konsumsi bahan bakarnya. Cukupkan diri untuk membawa barang bawaan yang memang penting untuk diri kita dan keluarkan yang tidak perlu. Jangan pula memaksakan mobil untuk membawa penumpang melebihi kapasitas seharusnya. Itu akan meningkatkan konsumsi bahan bakar mobil kita secara signifikan.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh RIZKY YUNIHARTO
Terakhir diupdate: 30 Apr 2021 | 09:00 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

tipsiritbbmmacetjakartamobilborosbensintipsotomotifgarasiid
Logo Garasi.id
Copyright © 2024 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family