Sistem pengapian mobil
Sistem pengapian mobil

Tidak Hanya Mesin, Kamu Perlu Paham Soal Sistem Pengapian Mobil

25 Mei 2022 | 11:00 WIB

Komponen mobil itu sangat beragam, dan sebuah mobil tidak akan mungkin bisa bergerak apabila ada salah satu komponen yang bermasalah atau rusak. Mobil bisa bekerja karena digerakkan oleh beragam sistem yang saling terkait satu sama lain. Salah satunya adalah mesin yang dibuat dengan menyertakan ruang pengapian. Tujuannya agar terjadinya pembakaran yang akan menghasilkan tenaga pergerakan.


Tidak Hanya Mesin, Kamu Perlu Paham Soal Sistem Pengapian Mobil



Lantas bagaimana sebuah sistem pengapian mobil? langsung aja kita bahas yuk Sahabat


Sistem Pengapian Mobil Konvensional

Ini adalah sistem pembakaran pertama yang dirancang dalam mobil. Sistem ini mengandalkan mekanikal platina dan distributor untuk menyalurkan percikan api.  Tujuan dari penyaluran api ini adalah untuk membuat proses pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar, sehingga mobil bisa menyala ketika dihidupkan.


Model perapian mobil ini merupakan dasar sistem pengapian pada jenis CDI dan DLI. Mekatronika sebagai prinsip dasar memiliki fungsi sebagai pembangkit percikan api pada komponen busi mobil.  Sebelumnya, mekatronika memanfaatkan energi listrik yang bertegangan tinggi untuk membuat proses induksi pada coil. Dalam coil inilah terdapat aliran arus listrik dalam busi.


Cara kerja pengapian mobil ini banyak digunakan pada mobil produksi lawas dengan sistem mesin sederhana. Pada saat kontak berada di posisi ON, maka tegangan aliran listrik dari baterai atau ACCU akan mengalir ke dalam coil. 


Ketika mobil distarter, maka anda akan mendengar suara mesin hasil sistem pengapian mobil.


Sistem Pengapian Mobil Transistor

Sistem ini sebenarnya hampir sama dengan pengapian konvensional. Perbedaan hanya terletak pada unsur platina yang sudah tak lagi digunakan. Sebagai gantinya, pengapian mobil ini menggunakan sebuah transistor yang bertugas untuk menggantikan peran platina. Biasanya, sistem pengapian transistor sering disebut dengan pengapian elektronik.


Sesuai dengan namanya, sistem pengapian transistor menggunakan komponen yang bernama transistor yang dipergunakan sebagai saklar elektronik. Keberadaan saklar ini bertujuan untuk memotong arus primer serta menggantikannya dengan induksi elektromagnetik


Sistem Pengapian Mobil Semi Transistor

Sistem pengapian semi transistor masih menjadi bagian dari jenis sistem pengapian transistor. Bedanya, sistem ini menggunakan kontak platina yang hampir sama dengan model sistem pengapian konvensional.


Jika pada arus primer koil platina berfungsi sebagai pemutus. Dalam semi transistor platina tidak digunakan dalam hal demikian. Dalam sistem ini, platina dipergunakan sebagai pemutus arus yang menuju kaki basis pada transistor saja. Dengan demikian, arus listrik yang dialirkan akan terkendali dengan sempurna.



Tidak Hanya Mesin, Kamu Perlu Paham Soal Sistem Pengapian Mobil


Skema Pengapian CDI mobil

Sebenarnya, tipe sistem ini juga masih satu kategori dengan sistem transistor. Yang menjadi pembeda, fully transistor tak lagi menggunakan platina maupun pengapian elektrik. Sistem pengapian mobil ini lebih condong menggunakan igniter untuk memutus arus pada kaki basis. Pada fully transistor, bisa didapatkan skema pengapian cdi mobil yang memang ada di fully transistor.


Baik sistem pengapian mobil semi transistor maupun fully transistor, semuanya memiliki perbedaan cara kerja yang mencolok. Perbedaan yang besar terletak pada cara kerja yang sama-sama dinamis. Sistem pengapian fully transistor masih bisa ditemui pada mobil generasi terbaru. Hal ini kian menjadi bukti bahwa sistem tersebut masih efektif.


Distributor Less Ignition

Sesuai dengan namanya, sistem pengapian mobil ini merupakan sebuah sistem yang tidak lagi menggunakan distributor. Sebagai gantinya, sistem ini menggunakan komputer untuk mengontrol sistem pengapian atau bisa disebut dengan EFI. Untuk mengontrol sistem pengapian mobil, sistem ini menggunakan ECU (Electronic Control Unit).


Beberapa komponen yang terlibat dalam sistem pengapian ini mulai dari, Coil Pack, CKP, CMP, ICM, ECM, Dual Pack, hingga Single Pack. Satu lagi komponen yang paling penting adalah komputer yang mengontrol sistem pengapian. Sayangnya, jika salah satu komponen tersebut rusak, maka sistem pengapian juga tidak maksimal karena skema pengapian cdi mobil tidak optimal.

Fungsi sistem pengapian mobil sangatlah krusial sebab bagian ini menjadi komponen penunjang performa kendaraan. Tanpa adanya sistem pengapian mobil, percikan api tidak akan tercipta dan mesin tidak bakal bisa menyala. Akibatnya, kendaraan pun tak dapat dijalankan.

Ditulis oleh RIZKY YUNIHARTO
Terakhir diupdate: 25 Mei 2022 | 11:00 WIB
Bagikan

Kata kunci pencarian

tipsotomotifsistempengapianmobil
Kontak email [email protected]
Nomor WA 081318588068
Logo Garasi.id
Copyright © 2022 PT. Digital Otomotif Indonesia.
All Rights Reserved
Member Of 
Blibli
 Family