Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah steering rack, Sahabat perlu membawanya ke bengkel kepercayaan
Steering rack berfungsi sebagai aktuator yang meringankan beban sistem kemudi.

4 Ciri Kerusakan yang Menyebabkan Power Steering Mobil Berat

17 Jul 2019 | 15:01 WIB
BAGIKAN

Sistem power steering ada dua jenis, tipe hidrolik dan tipe elektrik. Untuk tipe hidrolik, bisa dikenali dengan adanya oli power steering. Sementara tipe elektrik tidak menggunakan oli power steering. Ketika setir mobil kamu terasa berat, antara power steering tipe hidrolik dan tipe elektrik jelas beda penyebabnya. Mari simak penjelasan di bawah ini, apa saja penyebab dari setir mobil yang berat seperti yang dilansir oleh Daihatsu.co.id?

Oli power steering kurang

Oli power steering berfungsi sebagai fluida untuk menyalurkan energi dari pompa ke steering rack. Mungkin ada yang belum tahu, cara kerja power steering itu berawal dari pompa yang menghasilkan tenaga, tenaga tersebut disalurkan ke steering rack oleh oli power steering untuk meringankan pengemudian. 

Meski pompa bekerja dengan normal, namun tenaga di steering rack itu masih sangat kurang menyebabkan pengemudian menjadi terasa berat. Kondisi berkurangnya oli power steering bisa disebabkan karena ada kebocoran pada sirkulasi oli. Kebocoran itu bisa terjadi di pompa, selang, klem selang ataupun di steering rack. Biasanya, akan ada tetesan oli di lantai.

Kerusakan pada pompa power steering

Kerusakan ini bukan cuma disebabkan karena oli power steering yang bocor, ketika kamu merasakan power steering berat namun oli masih normal maka ada kemungkinan pompa power steering yang rusak. Karena kalau daya yang dihasilkan pompa kurang otomatis kekuatan power steering akan berkurang sehingga setir terasa berat. Kerusakan ini bisa disebabkan karena keausan pada poros pompa atau kerusakan pada bilah pompa. Kabar buruknya, pompa power steering itu sulit diperbaiki kalau rusak.

4 Ciri Kerusakan yang Menyebabkan Power Steering Mobil Berat

Kalaupun bisa, maka itu bisa mengundang masalah lain. Jadi kalau kena pompanya, cara paling aman adalah dengan melakukan penggantian. Secara umum, kerusakan pompa tidak menimbulkan masalah lain namun kalau muncul bunyi kasar dari pompa  bisa jadi ada komponen yang bergesekan parah di dalam pompa. Jadi kalau belum ada bunyi, Sahabat bisa langsung bawa mobil ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut namun kalau disertai bunyi kasar non aktifkan dulu sistem power steering dengan cara diatas.

Selang power steering yang tertekuk

Masalah ini sering tidak disadari oleh pemilik mobil karena selang yang tertekuk ini biasanya tersembunyi. Tapi akibatnya, ini akan menghambat sirkulasi oli power steering sehingga setir mobil terasa berat. Kejadian ini bisa terjadi karena selang terdorong oleh komponen lain, atau terjepit saat melakukan perbaikan komponen lain.

Kalau dibiarkan, maka ini akan menimbulkan masalah pada selang seperti selang yang bocor hingga pompa yang jebol. Jadi kalau Sahabat menemukan masalah setir berat cek juga jalur selang power steering-nya apakah ada yang tertekuk atau tidak.

Kerusakan pada steering rack

Steering rack berfungsi sebagai aktuator yang meringankan beban sistem kemudi. Didalam steering rack ini terdapat control valve yang mengontrol aliran fluida, ada poros steer, ada juga seal steering rack. Kerusakan pada salah satu komponen misal pada control valve akan membuat aliran fluida tidak beraturan, sehingga daya untuk meringankan pengemudian justru tidak terjadi. Begitu pula kalau poros steer aus, maka akan membuat setir berat hingga menimbulkan bunyi ketika setir dibelokan.

4 Ciri Kerusakan yang Menyebabkan Power Steering Mobil Berat

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah steering rack, Sahabat perlu membawanya ke bengkel kepercayaan kamu seperti Garasi.id. Pasalnya jika ingin melakukan pengecekan koponen tersebut, mobil harus diangkat untuk mengecek bagian bawahnya (posisi steering rack ada kolong mobil). Kalau ternyata benar ada salah satu komponen didalam steering rack yang rusak, maka Sahabat perlu mengganti satu set steering rack. Hal itu dikarenakan komponen ini sulit untuk diperbaiki, kalaupun bisa mungkin hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum akhirnya rusak lagi.


Foto : Garasi.id & Internet

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 17 Jul 2019 | 15:01 WIB
BAGIKAN