Mobil Matic mogok di derek
Mobil matic mogok

Antisipasi Mobil Matik Mogok, Kamu Perlu Simak ini

15 Okt 2019 | 14:15 WIB

Banyak khalayak yang menyebut mobil matik mogok 'haram' didorong. Begitu pula dengan diderek saat mesin dalam keadaan mati. Maka banyak pengendara akhirnya memilih tak menggeser mobil matik mogok di jalan lantaran dianggap dapat merusak sistem transmisi.

Menanggapi hal tersebut,  Supervisor Business Area Sales Department Astra Otoparts, Chinto Adiputera mengatakan, mobil matik mogok bisa didorong bila dibutuhkan.

Antisipasi Mobil Matik Mogok, Kamu Perlu Simak ini

"Jawabannya boleh dan tidak, tergantung. Tergantung apa, kalau mobil matik mogok kita memang perlu memindahkan kendaraan kita. Kalau mogok di tengah jalan didorong untuk minggirin doang enggak apa-apa, asal dinetralin saja, " katanya, di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, seperti yang dilansir dari viva.co.id.

Apabila pemilik hendak menggunakan jasa derek ke bengkel terdekat ketika mobil matik mogok, Chinto mengimbau agar lebih memilih derek gendong. Jika tak ada, dan terpaksa menggunakan jasa derek tarik, perhatikan penggerak rodanya pada mobil matik mogok.

"Kalau misalkan jauh, boleh pakai derek. Dereknya pun kalau bisa pakai yang gendong. Apabila terpaksa menggunakan yang tarik harus diperhatikan, gunakan penggerak roda depan atau belakang," ujarnya.

Apabila mobil matik mogok menggunakan penggerak roda depan, kata dia, lebih baik ban belakang mobil matik mogok yang menapak jalan. Jika mobil matik mogok menggunakan penggerak roda belakang sebaliknya agar tak merusak sistem transmisi pada mobil matik mogok.

"Kalau mobil matik mogok pakai penggerak depan yang diangkat depannya, jadi yang menempel ke tanah roda belakang dari mobil matik mogok. Begitu juga sebaliknya. Supaya tidak bersinggungan sama aspal itu mobil matik mogok," kata Chinto.

Antisipasi Mobil Matik Mogok, Kamu Perlu Simak ini

Tidak hanya itu, seperti dilansir AstraWolrd, kekhawatiran itu ternyata bermula dari pemahaman jika pelumasan komponen-komponen di transmisi matik sangat mengandalkan cairan hidrolis, atau minyak transmisi otomatis.

Nah, cairan hidrolis itu baru bersirkulasi ketika mesin dihidupkan. Sebab, untuk mensirkulasikan cairan tersebut dibutuhkan pompa hidrolik yang baru bisa bekerja pada saat mesin hidup.

Memang benar, jika peredaran cairan hidrolis untuk melumasi komponen-komponen dalam transmisi sangat membutuhkan pompa hidrolis yang baru bekerja saat mesin hidup. Tetapi bukan berarti transmisi akan mengalami kerusakan jika mobil dipindahkan ke tempat lain dalam keadaan mesin mati, terutama dengan mengikuti beberapa poin.

Pertama, saat mobil matik mogok untuk sekadar didorong atau digeser dari tengah jalan ke tepi jalan, atau tempat yang lebih aman, tidak akan ada pengaruh apa-apa terhadap kondisi transmisi matik.

Kedua, untuk pemindahan mobil matik mogok dengan cara diderek juga tidak berpengaruh apa-apa, sepanjang penderekan mobil matik mogok memperhatikan kecepatan dan jarak tempuh yang ditentukan masing-masing pabrikan mobil.

Ketiga, saat mobil matik mogok didorong atau diderek, pastikan posisi tuas transmisi pada posisi Netral (N).

Tetapi Sahabat, kalau boleh memilih pasti kamu tidak mau dong mobil matic mogok di tengah jalan. Untuk mengantisipasi mobil matik mogok, kamu perlu menyimak tips agar mobil matik mogok berikut ini : 

5 tips ampuh cegah mobil matik mogok

Apakah Sahabat berencana untuk liburan atau berkendara jauh? Apakah Sahabat akan menggunakan mobil untuk berlibur?

Antisipasi Mobil Matik Mogok, Kamu Perlu Simak ini

Pastikan mobil Sahabat nggak gampang rewel dan mobil matik mogok di jalan. Berikut adalah tips dari Rifat Sungkar, atlet dan juga pemerhati otomotif nasional, untuk Sahabat yang akan menggunakan mobil untuk berlibur.

Tune Up

Menurut Rifat bila tak ingin mobil matik mogok, Tune up kendaraan sebaiknya dilakukan agar menyegarkan kondisi mesin mobil, agar nyaman dan aman ketika berkendaraan jauh. Jangan sampai kenyamanan dan keamanan berkendara terganggu karena performa mesin yang pincang, terutama pada saat melintasi jalanan yang tidak rata dan tanjakan.

Ganti Oli

Ganti oli merupakan satu hal yang harus dilakukan bila tidak ingin mobil matik mogok. Salah satu alasannya adalah untuk mengurangi risiko overheating pada mesin. Kenaikan temperatur mesin kendaraan menjadi lebih lama apabila menggunakan oli yang baru. Semakin tinggi beban mesin kendaraan, semakin tinggi resiko mengalami overheating dan bisa membuat mobil matik mogok.

"Terutama jika mobil yang dikendarai membawa penumpang dengan kapasitas penuh, melewati jarak tempuh yang panjang, melintasi kemacetan dan jalanan dengan kondisi yang buruk. Untuk membantu mengatasi overheating pada mesin, sebaiknya menggunakan coolant untuk air radiator. Dan yang perlu diperhatikan juga adalah kondisi selang dan radiator itu sendiri," jelas Rifat seperti melansir dari laman Tribunnews beberapa waktu lalu.

Suspensi Kendaraan

Dalam rangkaian mencegah mobil matik mogok Selain mesin, suspensi kendaraan juga penting untuk diperhatikan ketika berkendara jauh. "Ketika melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik, kendaraan sangat memerlukan suspensi yang bekerja dengan baik.

Terutama bila kapasitas penumpang penuh, yang akan sangat membebankan suspensi, terutama suspensi belakang. Hal yang perlu diingat adalah suspensi belakang berfungsi untuk menahan berat kendaraan dan suspensi depan untuk pengendalian kendaraan, dan untuk mendapatkan stabilitas berkendara yang baik, kondisi suspensi harus benar-benar prima," ujar Rifat.

Ban

Untuk memastikan kendaraan memiliki handling yang baik untuk berkendara jarak jauh, pastikan kendaraan telah melewati proses spooring dan balancing. Tekanan pada ban juga perlu diperhatikan, karena ban tidak hanya berfungsi untuk handling namun juga sebagai suspensi.

Antisipasi Mobil Matik Mogok, Kamu Perlu Simak ini

"Banyak orang percaya kalau tekanan pada ban yang baik adalah 28 psi. Namun, kalau kendaraan berpenumpang penuh, tekanan ban dianjurkan 30-32 psi, dan seimbang untuk keempat ban," ujar Rifat. "Ban cadangan sudah pasti harus disiapkan. Tekanan pada ban cadangan harus lebih tinggi dari ban yang dipakai, agar tekanan ban tidak kurang dari 30 psi ketika harus dipakai," tambah Rifat.

Rem

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah rem. Rem merupakan hal yang sangat penting untuk keselamatan berkendara.

"Pastikan rem berfungsi dengan baik. Ganti minyak rem dengan yang baru, pastikan kondisi kampas rem, sistem caliper, sil dan master rem dalam kondisi baik," ujar Rifat.

Agar rem maksimal, Rifat menganjurkan menggunakan minyak rem dengan DOT yang memiliki grade yang tinggi. "Sebaiknya gunakan minyak rem dengan DOT grade 4". Rifat Sungkar menyarankan untuk menggunakan DOT grade 4.

"Biasanya standar grade kendaraan adalah DOT 3, tetapi DOT grade 4 memiliki daya cengkram yang lebih stabil untuk semua temperature. Tetapi selain minyak rem, kampas rem pun harus dalam kondisi baik, karena percuma punya rem dengan daya cengkram bagus tapi kampas remnya habis," tambah Rifat.

Nah Sahabat, untuk lebih yakin dalam melakukan perawatan mobil sebelum pergi berlibur dan menghindari mobil matik mogok. Sahabat bisa melakukanya dengan Garasi.id,  berpartner dengan Bengkel Nawilis, Bengkel BOS, Automaster, GBT Laras Imbang, Indoban, Inti Persada Ban, Pit & Go, Hossana Ban, 3M, Ziebart, Scuto dan lainnya. Dengan Jasa dan Servis Garasi.id Sahabat bisa merawat mobil mulai dari bagian interior, eksterior, perawatan ban, service rem, ganti oli, service mobil, service berkala, dan coating detailing

Untuk info lebih lanjut Sahabat bisa cek Paket Jasa dan Servis atau hubungi Customer Service Garasi.id di email Clara@garasi.id atau 0817-0250-888 pada hari Senin-Sabtu di jam kerja 08:00 - 17:00. Selamat memanjakan mobil kesayanganmu.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 13:51 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarubekasmatictransmisijualbelimogokderekjakartadepokbekasitanggerang