Formula E
Formula E

Formula E di Indonesia, Ajang Kampanye Mobil Listrik

21 Agt 2019 | 15:01 WIB
BAGIKAN

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui unggahan di media sosial, mengatakan, Jakarta akan menggelar balapan mobil elektrik, Formula E pada 2020 mendatang. Jika balapan tersebut sukses digelar, Jakarta akan masuk dalam rangkaian balap tahunan yang mengusung mobil balap elektrik tersebut.

Formula E di Indonesia, Ajang Kampanye Mobil Listrik

Sebutlah gelaran F1 jalan raya yang paling terkenal di Eropa, yaitu Sirkuit Spa-Francorchamps (Belgia) dan Sirkuit Monte Carlo (Monaco). Keduanya tergolong sirkuit jalan raya tertua di benua itu. Kondisi trek disana bisa digunakan untuk sehari-hari dan sesuai dengan standar yang ditetapkan penyelenggara, yaitu Federation Internationale de l'Automobile (FIA). 

Selain kondisi jalan di Jakarta memungkinkan untuk dijadikan sirkuit, perhelatan Formula E juga bisa dimaksimalkan sebagai ajang kampanye untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang menyebabkan polusi udara. Mobil-mobil yang bertanding di sana memang digerakkan dengan motor dengan sumber energi dari baterai sehingga tidak menimbulkan polusi layaknya kendaraan pada umumnya.

Formula E di Indonesia, Ajang Kampanye Mobil Listrik

Baca juga: Polusi di Ibu Kota meningkat, uji emisi jadi syarat perpanjang stnk


Seperti yang kita ketahui, beberapa minggu kebelakang menurut AirVisual.com, kualitas udara di Jakarta merupakan yang terburuk di dunia. Awal Juli kemarin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih, menyebut faktor utama yang membuat polusi udara di ibukota semakin parah adalah emisi kendaraan bermotor.

Lagipula, syarat untuk jadi tuan rumah tak begitu sulit. Spesifikasi sirkuit yang harus dipenuhi relatif ringan, yakni cukup menyediakan lintasan sepanjang 2,4 kilometer. Jarak ini jauh lebih ringkas ketimbang syarat untuk, membuat sirkuit MotoGP yang harus memiliki panjang antara 4,2 sampai 4,5 km. Jadi jika dilihat sesuai dengan standar minimal spesifikasi sirkuit, Jakarta sudah sangat siap untuk menggelar ajang balap Formula E ini. 

Formula E di Indonesia, Ajang Kampanye Mobil Listrik

Baca juga: Polusi meningkat pemerintah buat apliaksi e-uji emisi


Namun Sahabat juga perlu tahu, tidak sedikit kota lain di dunia yang akhirnya menyesal setelah sebelumnya antusias menjadi tuan rumah. Salah satu yang paling terdengar suaranya adalah Montreal, Kanada. Pada musim 2016-2017, untuk kali pertama pemerintah kota setempat menghelat dua balap FE beruntun, yakni pada 29 dan 30 Juli 2017.

Namun pada tahun berikutnya (musim 2017-2018 dan 2018-2019) mereka berupaya mati-matian untuk tidak melanjutkan kesepakatan tersebut. Upaya mundur sebagai tuan rumah FE disampaikan langsung oleh mayor Montreal, Valerie Plante. Mungkin gelaran Formula E disana dirasa kurang diminati oleh masyarakat setempat, tapi semoga di Indonesia tidak terjadi hal seperti itu.

Foto: Internet

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 21 Agt 2019 | 15:01 WIB
BAGIKAN