Mobil Injeksi dan Non Injeksi
Memanaskan Mobil Injeksi dan Non Injeksi

Kerap Keliru, Begini Cara Memanaskan Mobil Injeksi dan Non Injeksi yang Tepat

15 Apr 2019 | 14:15 WIB
BAGIKAN

Memanaskan mobil sebelum digunakan tentu sudah menjadi kebiasaan kita semua. Meski dalam keadaan terburu-buru, kita tidak pernah lupa untuk menghidupkan mobil dalam beberapa menit sebelum dijalankan.

Pertanyaan sederhana, apakah memanaskan mobil terlalu sering juga berdampak baik terhadap mobil itu sendiri? Untuk mengetahui jawabannya, berikut ulasan selengkapnya.

Kerap Keliru, Begini Cara Memanaskan Mobil Injeksi dan Non Injeksi yang Tepat

Mesin Non Injeksi

Memanaskan mobil pada pagi hari juga tidak bagi mobil yang memiliki mesin non injeksi. Alasannya, pertama karena alasan overheating. Tidak semua mobil bermesin non injeksi memiliki indikator suhu mesin, oleh karena itu, bila terlalu lama memanaskan mesin juga bisa menyebabkan suhu mesin meningkat dan jika dibiarkan akan mengakibatkan overheating.

Mesin Mobil Injeksi

Berbeda dengan mesin non injeksi, pada mesin injeksi sudah dilengkapi teknologi yang dapat mencampur udara dan bahan bakar sebelum dibakar menggunakan injektor. Meski terkenal efisien dalam bahan bakar, namun kebiasaan memanaskan mobil sebelum digunakan juga tidak dibenarkan.

Alasannya adalah karena mobil injeksi sudah dilengkapi Electronic Control Unit atau kerap disebut dengan ECU yang mengatur pembakaran mesin. Sehingga ECU membuat mesin tidak perlu dipanaskan agar dapat memaksimalkan kinerja mesin.

Pengertian ECU

ECU merupakan singkatan dari Electronik Control Unit, sesuai namanya komponen ini pasti berfungsi sebagai sirkuit elektronik utama pada sebuah mobil. Memang mobil ada sirkuit elektronik seperti TV atau komputer ?

Itulah uniknya mobil sekarang, seperti yang disinggung diparagraf awal bahwa hampir seluruh sistem dalam mobil sekarang sudah mengadopsi teknologi elektronika. Sehingga bisa dikatakan mobil itu seperti barang elektronika yang memiliki sirkuit utama.

ECU sebagai sirkuit utama memiliki peran sebagai central controller atau jika pada komputer maka ECU itu seperti CPU yang mengendailkan fungsi hardware. Pada mobil, hardware-hardware yang dikendalikan berupa aktuator yang bekerja menggantikan sistem mekanis seperti injektor, VVT, Electric Fan, dan lainnya.

Fungsi ECU

ECU memiliki fungsi untuk mengatur beberapa sistem penting pada mobil antara lain :

  • Mengatur pembukaan dan volume bensin pada injektor.
  • Mengatur waktu penyalaan busi sesuai kondisi mesin.
  • Mengatur timming pembukaan katup sesuai kondisi mesin.
  • Mengatur kinerja kipas pendingin mesin.
  • Mengatur identifikasi kunci mobil.
  • Menghidupkan alarm mobil saat ada gangguan.

Menyikapi dua perbedaan kedua mesin di atas saat memanaskan mobil, ada baiknya dilakukan selama 30 detik hingga 1 menit saja. Cara terbaik untuk mengetahui apakah mobil siap digunakan atau tidak adalah dengan memastikan indikator temperatus mesin (mesin injeksi) dan merasakan apakah kap mobil sudah hangat atau tidak (mesin non injeksi).

Yang tidak kalah penting adalah lebih baik bila memanaskan mobil seperlunya dan secukupnya saja, artinya tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar. Semoga bermanfaat!

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 15 Apr 2019 | 14:15 WIB
BAGIKAN