Pertalite
Pertalite di cinta

Masyarakat di Tanah Air Semakin Kepincut Pertalite

02 Okt 2018 | 13:36 WIB

Garasi.id – Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi BBM jenis Pertalite dapat diterima masyarakat di Indonesia. Pasalnya, PT Pertamina mengklaim bahwa Pertalite terus mengalami pertumbuhan konsumsi khususnya di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang naik sebesar 37 persen di bulan Agustus 2018 lalu, jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 lalu.

Dian Hapsari Firasati, Unit Manager Communication dan CSR MOR III menjelaskan, kenaikan konsumsi Pertalite terjadi paling besar di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. "Wilayah lainnya juga mengalami kenaikan, namun di dua wilayah ini yang paling pesat pertumbuhannya," paparnya.

Masyarakat di Tanah Air Semakin Kepincut Pertalite

Selain itu, Ia pun mengatakan, pertumbuhan konsumsi Pertalite utamanya didorong oleh kesadaran masyarakat untuk menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik. 

Hal ini juga didorong oleh karakter mesin kendaraan masa kini, yang mensyaratkan BBM dengan kualitas yang lebih tinggi. "Minat masyarakat yang semakin tinggi ini juga kami imbangi dengan peningkatan pelayanan seperti pengiriman dan kualitas pelayanan di SPBU," imbuhnya.

Untuk itu, Pertamina pun turut menggelar program Berkah Energi Pertamina (BEP). Program ini merupakan undian dengan beragam hadiah seperti umroh, Mercedes-Benz, Harley-Davidson, Innova, NMax dan hadiah lainnya, yang hanya bisa diikuti oleh konsumen yang membeli produk Pertamina non subsidi.

"Program ini berlaku di seluruh SPBU se-Indonesia dan bisa diikuti dengan download aplikasi MyPertamina di ponsel. Hingga saat ini sudah ribuan orang yang mengikuti program tersebut, namun karena masa programnya hingga tahun depan, jadi masih banyak kesempatan untuk ikut serta," katanya.

Baca Juga : Bau Bensin Dalam Kabin Mobil, Gunakan 3 Bahan Dapur Ini

Selain itu, sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan bahan bakar berkualitas, Kilang Pertamina RU VI Balongan juga telah mampu memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo Low Sulfur High Quality dengan standar emisi Euro IV.

Kemampuan produksi Pertamax Turbo Low Sulfur High Quality di RU VI Balongan sebesar 60.000 barel per bulan. Saat ini, RU VI Balongan masih menjadi satu-satunya kilang Pertamina yang mampu memproduksi Pertamax Turbo yag memiliki RON 98 tersebut.

Sementara kemampuan produksi Pertamax Low Sulfur kurang lebih 700.000 barel per bulan.

"Produksi Pertamax Turbo dan Pertamax 92 Low Sulfur High Quality di RU VI Balongan merupakan salah satu bentuk sebagai komitmen PT Pertamina dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar yang syarat akan nilai-nilai lingkungan hidup," tuntas GM Pertamina RU VI Balongan, Joko Widi Wijayanto.[DeF]

Foto : Garasi.id


Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 07 Mei 2020 | 14:43 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarubekasjualbelibbmpertaminaprtaliteSPBUmasyarakatragamotomotifgarasiidjakarta