Kopling Mobil
Hindari Kebiasaan Buruk Berkendara

Mau Kopling Mobil Awet, Kamu Perlu Tinggalkan 5 Kebiasaan Buruk Ini

01 Okt 2020 | 13:57 WIB

Bila melihat lalu lintas Ibu kota yang sering padat, mobil transmisi otomatis menjadi pilihan yang paling tepat. Alasannya, tentu saja kenyamanan yang lebih jika dibandingkan menggunakan mobil bertransmisi manual. Namun, hal tersebut tidak serta merta menjadikan mobil bertransmisi manual jadi sepi peminat. Harga yang lebih murah, dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien menjadi beberapa alasan mobil manual tetap digemari.

Mau Kopling Mobil Awet, Kamu Perlu Tinggalkan 5 Kebiasaan Buruk Ini

Nah, bagi pengendara yang masih menggunakan mobil manual, keberadaan kopling tentu saja sangat penting. Komponen ini berfungsi untuk mengatur perpindahan gigi, agar mobil tetap berjalan mulus. Kopling sendiri memiliki beberapa komponen penting, seperti pedal kopling, kampas kopling, kabel kopling, matahari, dan druk laher. 

Agar kopling awet dan tidak cepat rusak, ada beberapa kebiasaan buruk pengemudi yang harus dihindari, seperti dilansir laman resmi Daihatsu Indonesia:

1. Melepas dan Menginjak Kopling dengan Kasar

Hal pertama yang menyebabkan kopling mudah rusak, adalah kebiasaan dalam menginjak dan melepas kopling dengan kasar dan dapat menyebabkan kopling mobil mudah rusak.

Hal tersebut disebabkan saat melepaskan pedal kopling transmisi mobil belum berpindah dan terdengar bunyi kasar pada kopling. Untuk itu, pemilik atau pengendara harus memperhatikan keselarasan pedal kopling dengan perpindahan transmisi mobil.

2. Injakan Setengah Kopling

Kebiasaan menginjak setengah kopling saat macet atau saat berada di tanjakan, juga menyebabkan kopling berbau menyengat. Ketika kopling diinjak setengah, maka akan mempercepat kerusakan pada kopling.

Jadi, coba hilangkan atau minimal kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan menginjak setengah kopling, supaya mobil tidak mudah rusak.

3. Terlalu Sering Menginjak Kopling

Menginjak pedal kopling sepanjang perjalanan juga dapat mempercepat kerusakan kopling. Pasalnya, kebiasaan tersebut menyebabkan bantalan rilis dan pelat kopling lebih mudah aus. Pengendara atau pemilik mobil harus lebih memastikan untuk tidak selalu menginjak kopling pada saat berkendara. Terutama pada saat di tanjakan dan kemacetan.

4. Menggantung Pedal Kopling

Ketika jalan menanjak dan macet, biasanya pengendara sering menggantung pedal kopling. Hal ini akan menyebab gesekan pada kanvas kopling, serta mengakibatkan kopling cepat aus.

Jadi, pengemudi harus memperhatikan untuk tidak selalu menggantung pedal kopling agar mobil tidak mudah rusak.

5. Posisi Gigi Transmisi Tidak Sesuai dengan Percepatan Mobil

Kebiasaan menggunakan gigi transmisi yang tidak sesuai dengan percepatan mobil juga dapat mempercepat masalah kerusakan kopling. Misalnya, posisi transmisi berada di gigi satu, akan tetapi kecepatan mobil berada di 30 km/jam.

Untuk itu, pengemudi juga harus lebih menyesuaikan posisi gigi transmisi dengan kecepatan mobil. Kamu juga bisa membaca Kenali Tanda 'Minta Jajan' Kopling Baru Buat Mobil Manual Sahabat

Nah Sahabat, itulah kebiasaan buruk berkendara yang bisa membuat kopling bermasalah. Agar umur kopling mobil Sahabat panjang, mulai sekarang rubah gaya berkendara yang salah ya. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat, untuk bisa mendapatkan informasi seputar otomotif lainnya Sahabat bisa lihat artikel lainnya di Garasi.id.

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 01 Okt 2020 | 13:57 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

tipsmobilkoplingmobilgarasiidotomotif