Mobil Diesel
Mobil Diesel Jangan Asal Isi Solar

Mobil Diesel Jangan Asal “Tenggak” B20, Begini Syarat dan Ketentuanya

25 Mar 2019 | 14:00 WIB
BAGIKAN

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil yang menggunakan mesin diesel, jelas berbeda dengan bensin. Oleh sebab itu, dalam pemilihan atau penggunaan pun harus disesuaikan, agar performa jantung pacunya tetap optimal. 

Khusus mobil yang menggunakan mesin diesel, seperti saran Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat, harus lebih fokus kepada solar yang menghasilkan kebersihan ruang bakar, rmisi, hingga saluran bahan bakar. 

"Jadi pengguna mobil diesel harus memperhatikan kandungan sulfur dalam solar tersebut," ujar Sapta melansir dari laman Kompas.com beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Mobil Diesel Jangan Asal “Tenggak” B20, Begini Syarat dan Ketentuanya

Menurut Sapta, semakin rendah kandungan sulfur, maka akan lebih bersih juga emisi gas buangnya, saluran bahan bakar, filter solar, hingga ke ruang bakar. 

"Alhasil membuat performa mobil tersebut tetap prima karena BBM-nya disesuaikan dengan spesifikasi atau rekomendasi dari pabrikan," kata Sapta. 

Lantas, bagaimana dengan mobil mesin diesel yang menggunakan BBM jenis Biosolar? Sebelumnya, General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi pernah mengatakan bahwa pada saat awal penerapan biodiesel memang ada kemungkinan fuel filter lebih cepat kotor karena sifat bio itu melarutkan kotoran di tangki dan saluran bahan bakar.

"Tetapi itu pada saat penggunaan awal biodiesel dan pada mobil yang sudah lama," ujar Dadi.

Dadi menambahkan, karena bio diesel itu sebenarnya sudah lama, sehingga untuk sekarang tidak lagi ada masalah soal itu. Menurutnya, pesanan saringan bahan bakar diesel Toyota pun normal-normal saja. 

"Rekomendasi kami setiap 30.000 km ganti saringan bahan bakar. Sejauh ini masih normal saja semuanya," pungkasnya.

Baca juga: Mandatori B20 Sudah Resmi, Solar Murni Dihapuskan

Syarat Mesin Diesel Gunakan B20

Sampai saat ini pengguna mobil diesel, khususnya konsumen Toyota Innova dan Fortuner, banyak yang menanyakan apakah boleh mengkonsumsi Biosolar (B20). Pasalnya, pada sejumlah daerah pasokan solar dengan kualitas baik seperti Pertamina Dex masih jarang, selain itu hargannya pun masih cukup tinggi. 

Menjawab hal ini, Kepala Bengkel Auto2000 HR Muhammad Surabaya Andreas Totok Sugianto, menjelaskan tidak ada masalah mengkonsumsi B20. Bahkan Totok juga menjamin bila tidak akan menggugurkan garansi kendaraaan. 

"Tidak masalah, garansi juga tidak hilang. Tapi memang ada konsekuensinya, seperti durasi pergantian filter solar yang lebih cepat dari biasanya. Selain itu performa juga pastinya turun, berbeda dengan menggunakan Pertamina Dex," ucap Totok melansir laman Kompas.com, Selasa (19/3/2019). 

Mobil Diesel Jangan Asal “Tenggak” B20, Begini Syarat dan Ketentuanya

Menurut Totok, bila biasanya menggunakan Pertamina Dex pemilik mobil mengganti filter solar tiap 20.000 kilometer (km), maka saat menggunakan jenis solar di bawahnya, seperti B20 dipercepat menjadi 10.000 km. Sedangkan untuk kondisi perbedaan performa, menurut Totok hal yang wajar dan tergantung dari konsumennya masing-masing.

Bila memang ingin mendapatkan performa yang baik dan menjaga ruang bakar tetap bersih, sebaiknya menggunakan jenis BBM yang sudah dianjurkan dalam hal ini seperti Pertamax Dex. Konsumen yang melakukan kombinasi konsumsi jenis solar juga diklaim masih tetap aman. 

Contohnya menggunakan Pertamina Dex untuk keluar kota karena kebutuhan performa, dan menggunakan B20 atau Dexlite untuk dalam kota. Hal tersebut dianggap Totok bukanlah masalah selama jenisnya masih Solar. 

"Yang masalah itu kalau Solar dicampur dengan bensin biasa, tapi kalau Pertamax Dex lalu dicampur dengan Biosolar itu bisa saja dilakukan," ujar Totok. 

Nah Sahabat, sudah paham bukan sekarang tentang syarat dan ketentuan ketika mobil dieselmu mengkonsumsi B20.

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 25 Mar 2019 | 14:00 WIB
BAGIKAN