Berkendara Hujan
Berkendara saat hujan

Musim Hujan Datang, Ini Cara Aman Berkendara Saat Hujan

25 Nov 2018 | 14:00 WIB
BAGIKAN

Beberapa belakangan ini, hujan sudah mulai melanda berbagai wilayah di Indonesia. Tingginya curah hujan, tentu menjadi perhatian lebih bagi masyarakat terutama saat berkendara.

Untuk menyiasati musim penghujan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Melansir dari CNN Indonesia, ada beberapa kiat agar lebih aman saat berkendara, terlebih Sahabat merupakan pengguna kendaraan roda empat.

Musim Hujan Datang, Ini Cara Aman Berkendara Saat Hujan

Baca Juga : Musim Hujan Butuh Mobil, Waspada Mobil Murah Bekas Banjir

Pertama, pertahankan kecepatan sesuai kondisi. Mengemudilah dengan kecepatan sesuai jarak pandang dan lingkungan sekitar. Perhatikan apakah ada genangan air atau tidak, perhatikan juga kondisi lainnya.

Kedua, gunakan selalu putaran mesin rendah. Jika mengendarai mobil dengan mesin menggunakan bensin, jaga putaran mesin di angka 2500 rpm. 

Tetapi bila mengendarai mobil dengan mesin diesel, jaga putaran mesin di angka 1800 rpm. Hal tersebut dibutuhkan agar mobil Sahabat tidak mengalami sliding sehingga traksi roda tetap optimal.

Ketiga, jangan pakai lampu hazard. Tapi, nyalakan lampu day time (lampu kecil). Seringkali para pengemudi mobil melakukan kesalahan dengan menyalakan lampu hazard saat kondisi hujan. Sebab, lampu hazard malah mengganggu pandangan pengemudi lain.

Keempat, perhatikan jarak pengereman. Saat kondisi hujan, proses pengereman membutuhkan jarak lebih panjang daripada kondisi jalan kering. Jadi Sahabat perlu mengatur jarak pengereman lebih jauh dari biasanya.

Kelima, hindari kecepatan tinggi pada genangan air tipis. Saat mobil melewatinya, ban tidak dapat mencengkram jalan dengan baik sehingga berpotensi mengalami aquaplaning atau melayang. Akibatnya, mobil Sahabat akan tidak stabil saat melaju.

Keenam, hindari genangan air yang tingginya sejengkal dibawah tinggi knalpot. Genangan air tinggi dapat mengakibatkan mobil mogok dan merusak mesin mobil. Sebaiknya Sahabat tidak menerobos genangan air tinggi apalagi banjir.

Ketujuh, jangan hidupkan mesin jika terjebak banjir. Patut diingat, menghidupkan mesin mobil yang sempat melalui genangan atau bahkan terendam banjir, dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan lebih parah.

Selain itu sebelum bepergian, baiknya Sahabat tetap harus memastikan kendaraan begitu juga pengemudi dalam kondisi prima. Selalu perhatikan kondisi mesin dan sistem kelistrikan, serta mobil sudah dilengkapi berbagai perlengkapan penunjang lain seperti dongkrak, segi tiga pengaman, dan kotak P3K. 

Sehingga meski musim hujan datang, dengan perilaku berkendara yang baik, perlengkapan cukup, serta paham menghadapi banjir. Tentu aktivitas sehari-hari Sahabat bisa jalan terus dan risiko buruk bisa diminimalkan, demikian mengutip keterangan Astra.

Foto : Garasi.id


Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 25 Nov 2018 | 14:00 WIB
BAGIKAN