Mengenal Engine Mounting
Engine Mounting

Punya Mobil, Kamu Harus Paham Bagian Ini

02 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN

Sahabat, sebuah mobil memiliki sebuah komponen yang bernama Engine Mounting. Engine mounting atau juga sering disebut dengan dudukan mesin merupakan komponen pada sebuah mobil berupa karet dan dilapisi dengan besi di sekeliling dan di bagian tengahnya. Engine Mounting ini berada di bagian engine bay diantara mesin dan juga rangka mobil Sahabat. Para engineer pabrikan mobil menyematkan komponen ini bukanlah tanpa fungsi.

Fungsi Engine Mounting 

Engine Mounting memiliki fungsi untuk menghubungkan atau mengkaitkan antara mesin dengan bagian rangka mobil anda. Fungsi dari Engine Mounting tidak hanya sebagai sambungan antara mesin dan sasis mobil saja, tapi juga memiliki fungsi lain. Fungsi lain dari engine mounting antara lain sebagai peredam getaran yang dihasilkan oleh mesin akibat adanya proses pembakaran. Dengan adanya engine mounting, getaran yang dihasilkan oleh mesin dapat tereduksi dengan baik sehingga tidak terasa hingga kedalam kabin mobil.

Punya Mobil, Kamu Harus Paham Bagian Ini

Pada umumnya engine mounting terbuat dari komponen yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi seperti karet. Walaupun engine mounting ini terbuat dari karet tapi di beberapa bagiannya dilapisi oleh besi untuk memberikan kekuatan yang lebih baik dari engine mounting.

Pada sebuah mobil biasanya terdapat dua sampai empat engine mounting yang menopang mesin didalam engine bay. Engine mounting dapat mengalami kerusakan ketika telah digunakan dalam kurun waktu tertentu dengan waktu yang relatif lama.

Baca juga: Butuh Perawatan, Ruang Mesin Tidak Bisa Asal Dibersihkan

Usia Engine Mounting 

Engine mounting merupakan part yang memiliki umur panjang, masuk dalam kategori slow moving.

Walaupun termasuk kategori slow moving, namun seiring berjalannya waktu komponen ini juga bisa mengalami kerusakan dan tentu berakibat mengurangi kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Umur pemakaian engine mounting biasanya menggunakan ukuran kilometer. Sebagian besar engine mounting harus sudah diganti setiap 50 ribu atau 60 ribu km. Namun, ukuran km juga tidak selalu tepat, apalagi kondisi kota-kota besar di Indonesia sangat macet sehingga odometer sedikit tapi jam terbang mesin sudah sangat besar.

Ciri-Ciri Engine Mounting Rusak

Engine mounting yang telah mencapai batas umur atau yang telah rusak biasanya terdapat keretakan pada karet di engine mounting tersebut. Karet yang terdapat pada engine mounting lama kelamaan akan menjadi getas atau keras sehingga akan mudah mengalami keretakkan.

Apabila keretakkan pada engine mounting tetap dibiarkan atau engine mounting tetap tidak diganti maka keretakan yang ditimbulkan pada engine mounting lama-lama akan membuat engine mounting robek.

Faktor yang dapat mempercepat kerusakan pada engine mounting adalah ketika beban yang ditahan atau diterima oleh engine mounting besar. Beban yang besar dapat terjadi ketika mobil digunakan untuk berakselerasi.

Kadangkala para pemiliki kendaraan mobil tidak pernah memeriksa komponen yang satu ini atau luput dari pantauan. Hal tersebut dikarenakan posisi dari engine mounting biasanya tersembunyi. Padahal komponen satu ini bila rusak akan dapat menimbulkan beberapa masalah.

Masalah Yang Timbul Ketika Engine Mounting Rusak

Salah satu masalah yang dapat ditimbulkan ketika engine mounting sudah rusak adalah tidak dapat mereduksi getaran yang dihasilkan oleh mesin dengan baik. Saat sebuah mesin melakukan proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang mengakibatkan getaran tidak akan diredam oleh engine mounting sehingga getaran ini akan tersalurkan ke rangka dan masuk ke kabin.

Akibatnya, getaran ini nantinya akan dirasakan oleh pengendara sehingga akan mengurangi kenyamanan saat berkendara. Oleh sebab itu bila engine mounting ketika Sahabat periksa ternyata mengalami keretakkan maka segera gantilah dengan yang baru. 

Ada beberapa tanda yang bisa Sahabat kenali ketika Engine Mounting sudah rusak antara lain : 

1. Mesin Distarter

Saat mesin distarter biasanya akan terdengar bunyi gluduk atau gludug jika karet engine mounting rusak atau karet engine mounting sudah sobek. 

2. Melepas Kopling

Kemudian Saat melepas kopling setelah memasukkan gigi persneleng, ketika putaran mesin terhubung dengan beban, mesin akan mengayun dan terdengar bunyi yang khas dug-dug yang terdengar agak dalam.

3. Melewati Jalan Kasar

Ketika mobil jalan dan melewati jalan kasar dan terjadi ayunan pada mesin, bunyi dari engine mounting yang rusak akan terdengar. Kemudian saat lepas gas biasanya juga akan terdengar suara gludug dari ruang mesin dan ini tergantung dari seberapa parah tingkat kerusakan engine mounting tersebut. Nah jika engine mounting sobek dan terjadi pada mobil berpenggerak roda belakang akan membuat mesin bergetar sangat keras saat mesin hidup.

Nah Sahabat, itulah penjelasan secara menyeluruh tentang Engine Mounting pada mobil. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat untuk Sahabat Garasi semuanya.  

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 02 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN