Rem Tangan
Telat Lepas Rem Tangan

Sering Telat Turunkan Rem Tangan? Begini Dampak Yang Timbul

26 Mar 2019 | 17:00 WIB
BAGIKAN

Rem tangan (hand brake) atau rem parkir merupakan salah satu sistem keamanan mobil dengan prinsip sederhana, namun perannya sangat penting untuk menjaga mobil tetap di posisinya saat berhenti.

Seiring dengan penggunaanya, kadang pengendara lupa untuk menurunkan rem tangan saat akan berkendara. Hal ini sering tidak terasa oleh pengendara karena rem tangan memang tidak semaksimal rem kaki untuk memberhentikan kendaraan.

Walaupun begitu, bukan berarti rem tangan yang lupa diturunkan tersebut tidak beresiko bagi kendaraan, khususnya kampas rem.

Melansir dari laman Seva.id, Dampak yang kemungkinan besar akan terjadi pada kampas rem adalah sebagai berikut.

Sering Telat Turunkan Rem Tangan? Begini Dampak Yang Timbul

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Sistem Pengereman Pada Mobil

Kampas rem copot

Saat rem tangan masih dalam posisi aktif dan roda dipaksa berputar, tenaga yang dikeluarkan mesin pasti akan tertahan. Tenaga yang tertahan tersebut pasti akan terus menekan kampas rem yang masih menempel.

Hal itu dapat menyebabkan kampas rem terlepas dari penyangganya. Apalagi jika Sahabat menginjak pedal gas terlalu dalam, resiko kampas rem copot akan semakin besar.

Kampas rem lepas ini biasanya terjadi pada rem belakang mobil berjenis tromol, karena memiliki bidang kontak yang lebih panjang dibandingkan dengan rem cakram.

Menempel di tromol

Lalu, kampas rem juga berpeluang menempel dengan tromol jika mobil dipaksa melaju saat rem tangan dalam posisi aktif. Resiko akan semakin besar apabila kondisi kampas rem masih dalam keadaan basah, termasuk saat rem tangan dipakai untuk parkir.

Maka dari itu, untuk menghindari kampas rem menempel di tromol, ada baiknya untuk mengganjal ban terlebih dulu menggunakan batu atau balok kayu sampai kampas rem kering.

Kampas rem cepat aus

Penggunaan rem tangan yang terlalu lama akan membuat kampas rem cepat aus karena terkikis dan lama-kelamaan menjadi tipis. Bila sudah begini, mau tidak mau Sahabat harus membawa mobil ke bengkel resmi untuk penggantian kampas rem.

Kampas rem yang sudah aus dapat Sahabat ukur sendiri. Rata-rata, kampas rem mobil harus diganti jika ketebalannya sudah mencapai 2 milimeter. Namun, untuk menjaga keamanan berkendara, ada baiknya ganti kampas rem mobil setiap 10.000 kilometer, atau saat melakukan servis berkala.

Rem tangan juga bertugas sebagai rem darurat

Untuk itu, jangan lupa untuk selalu memperhatikan dan merawat rem tangan mobil Sahabat agar dapat dipakai dengan maksimal.

Kegunaan rem tangan bukan hanya untuk menjaga mobil tetap pada posisinya saat sedang berhenti, tetapi juga berguna sebagai bantuan ketika terjadi rem blong. Caranya, Sahabat harus menarik tuasnya dengan hati-hati.

Imbangi kecepatan mobil dengan daya pengereman, jangan menarik rem tangan secara langsung. Lakukanlah secara perlahan. Menggunakan rem tangan secara langsung bisa membuat mobil Sahabat kehilangan kendali dan dapat berpotensi terbalik.

Tarik dan turunkan tuas rem tangan berkali-kali dengan mengimbangi kecepatan mobil sambil mengarahkan mobil Sahabat ke pinggir jalan. Jangan lupa, tetap tekan tombol rem tangan jangan sampai terlepas.

Jadi, intinya adalah selalu perhatikan komponen-komponen yang ada di mobil Sahabat, termasuk rem tangan. Lalu, rawat mobil Sahabat tepat waktu agar kondisinya tetap prima dan siap mengantarkan Sahabat ke tempat tujuan.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 26 Mar 2019 | 17:00 WIB
BAGIKAN