Kelanjutan Mobil Listrik
Mobil Listrik 2019

Bagaimana Rencana Mobil Listrik 2019?

29 Jan 2019 | 19:01 WIB
BAGIKAN

Sempat ramai diperbincangkan soal trend mobil listrik, nampaknya hal tersebut akan segera terealisasi karena Peraturan Presiden soal kendaraan listrik yang diusulkan Kementerian Perindustrian, akan rampung awal 2019. Tak lama lagi, akan banyak kendaraan tanpa suara berlalu lalang di Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko mengatakan, regulasi kendaraan listrik akan mulai diterapkan pada awal tahun depan. Sebelumnya, aturan tersebut digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kemenperin.

"Dari Kementerian ESDM sudah, Kemenperin sudah, sekarang lagi diselaraskan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Targetnya awal 2019, makin cepat makin bagus. Karena, sesungguhnya sudah menggeliat mobil listrik di Indonesia," ujarnya di Jakarta Pusat,yang dilansir dari laman Viva.co.id, Rabu (5/12/2018).

Bagaimana Rencana Mobil Listrik 2019?

Terkait pemberitaan soal Mobil Listrik tahun lalu, kendaraan listrik diharapkan mampu menekan emisi gas karbon dioksida (CO2) di Indonesia. Namun ternyata, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ERIA (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia), ternyata penggunaan kendaraan listrik di Indonesia tidak akan berdampak apa-apa.

Hal itu berlaku jika energi pembangkit kendaraan listrik yang beredar hingga tahun 2025 masih menggunakan batu bara. Sebab, energi tersebut hitungannya masih kotor.

"Dalam rangka membuat kebijakan tentang kendaraan listrik, kita perlu lakukan analisa tentang dampak positif dan negatif yang akan ditimbulkan. Oleh sebab itu, ijinkan saya untuk memaparkan studi tentang dampak penggunaan mobil listrik di 3Es di Indonesia," ucap Senior Research Fellow The Institute of Energy Economics, Japan (IEEJ) Ichiro Kutani dalam Seminar Indonesia - Japan Automotif yang bertema Electrified Vehicle Concept of xEV and Well to Wheel di Gedung Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin), melansir dalam pemberitaan detikOto, Selasa (29/1/2019).

"Banyak dampak positif yang akan diperoleh bila beralih ke kendaraan listrik. Namun bila pembangkit listrik yang dikembangkan masih terfokus kepada menggunakan batubara, ini tidak akan memberi dampak signifikan terhadap perbaikan lingkungan. Walaupun kendaraan listrik sudah banyak diproduksi," lanjutnya.

Baca juga: Siap-Siap! Tahun Depan Mobil Listrik Mulai Wara Wiri

Sayangnya, sampai tahun 2025 batu bara masih menjadi bahan pokok di Indonesia untuk mengembangkan kendaraan listrik. Hal ini dipaparkan Agus Purwadi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di kesempatan sama.

"Inisiasi pemerintah bagus untuk mulai menyiapkan melangkah era kendaraan listrik. Tapi memang, hingga 2025 kita masih menggunakan batubara untuk pengembangan kendaraan listrik," ujarnya.

Kutani juga mengatakan beberapa hal positif yang dapat diperoleh bila kendaraan listrik mulai diterapkan di Indonesia. Salah satunya adalah pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM).

"Semakin banyak kendaraan listrik di produksi ternyata membuat rasio energi yang bisa dipenuhi mengalami penurunan. Berikutnya, emisi CO2 juga mengalami penurunan. Dalam hal ekonomi, akan ada dampak positif dimana impor minyak akan turun dan juga merangsang investasi," paparnya.

Namun yang harus diperhatikan, lanjut Kutani, adalah insentif terhadap kendaraan listrik. "Sebab kendaraan listrik maupun membuat energi terbarukan itu mahal. Sehingga diperlukan subsidi yang sangat besar agar kendaraan listrik bisa dibeli masyarakat luas," katanya lagi.

Seperti diketahui, Beberapa waktu lalu Gembar gembor mobil ramah lingkungan mulai mencuat. Bahkan pemerintah memprediksi kalau tahun 2025 produksi mobil listrik akan mencapai target 400 ribu unit. Hingga saat ini Mobil Listrik tengah berkembang pesat di seluruh dunia. Banyak prediksi, cepat atau lambat, mobil ramah lingkungan ini bakal menggantikan peran mobil bensin atau Diesel di jalan raya.

Foto : Garasi.id


Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 29 Jan 2019 | 19:01 WIB
BAGIKAN