Teknik engine brake
Berkendara Engine Brake

Hadapai Jalan Menurun Dengan Teknik Engine Brake

09 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN

Saat berkendara melalui jalan yang menurun, biasanya akan membuat kinerja rem mobil semakin berat. Tak jarang hal tersebut membuat beberapa pengemudi jadi menggunakan teknik engine brake untuk meringankan kinerja rem mobil. 

Engine brake sendiri yaitu teknik memperlambat kecepatan mobil dengan menurunkan tenaga mesin. Dalam melakukan engine brake, pengemudi biasanya akan melepas gas dan menurunkan perseneling ke gigi yang lebih rendah.

Hadapai Jalan Menurun Dengan Teknik Engine Brake

Pada saat melakukan engine brake, suara mesin biasanya akan terdengar seperti meraung dan tak jarang beberapa orang akan khawatir hal tersebut dapat merusak mesin. Namun penggunaan teknik engine brake sendiri sebenarnya tidaklah masalah dan tidak merusak mesin, selama pengemudi memahami teknik berkendaranya.

Manfaat Engine Brake

Bukan hanya sekedar meringankan kinerja rem saat berkendara dijalan menurun dan berkelok, Engine brake juga mempunyai beberapa manfaat lainnya.

1. Mengurangi beban kerja rem 

Sesuai namanya ternyata engine brake dapat mengurangi kecepatan mobil. Engine brake dapat meringankan penggunaan rem, terlebih saat jalan menurun dan secara bertahap gigi diturunkan.

2. Tidak merusak mesin

Ada anggapan bagi sebagian orang bahwa engine brake bisa merusak mesin. Jika Sahabat melakukannya dengan tepat hal itu tentu tidak terjadi. Lakukan engine brake secara bertahap. Jangan langsung turunkan gigi lompat ke paling rendah. Menurunkan gigi transmisi secara bertahap berguna untuk menjaga putaran mesin tidak terlalu jauh kenaikannya.

3. Bisa menghemat bahan bakar

Saat terjadi engine brake maka otomatis tidak ada bahan bakar yang tersuplai ke ruang bakar. Hal itu karena mesin mendapat dorongan dari poros roda yang berputar. Saat jalanan menurun, gaya gravitasi dapat membantu manuver deselarasi tersebut lebih optimal lagi.

4. Engine brake di mobil transmisi manual

"Sebelum deselarasi dan engine brake, pengemudi harus secara perlahan menekan pedal rem. Baru pindahkan gigi ke satu tingkat lebih rendah," terang Bintarto Agung, Chief Instructor Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC). Bintarto menegaskan untuk melakukan perpindahan gigi secara bertahap di transmisi manual.

5. Engine brake di mobil transmisi otomatik

Pada dasarnya teknik engine brake yang benar di mobil matik hampir sama seperti mobil manual. "Daya engine brake di mobil matik sebenarnya tidak terlalu signifikan, terlebih pada transmisi yang ada fitur Overdrive. Sebaiknya fitur itu dinonaktifkan, dan lakukan penurunan gigi secara bertahap seperti pada mobil manual," tukas pria yang akrab disapa Tato ini.

6. Sikap pengemudi saat engine brake

Bagaimanapun, saat engine brake mobil berpotensi pula untuk kehilangan kendali. Apalagi bila di transmisi manual dan melepas kopling secara kasar. Bintarto menegaskan bagi pengemudi untuk tetap sigap selama engine brake, tangan di posisi jam 9 dan 3, kaki kiri harus waspada dan siap berpindah-pindah dari pedal rem dan kopling jika mobil manual. Terlebih saat mobil berjalan melewati daerah pegunungan yang sering menemui kondisi jalan menurun yang curam.

Baca juga: Hindari Rem Blong, Pengendara Harus Baca Ini

7. Engine brake kondisi hujan

"Kesigapan dan kewaspadaan pengemudi dalam engine brake harus lebih meningkat saat kondisi hujan, baik di jalanan datar maupun menurun," wanti Bintarto. Jaga jarak sekitar 50 meter dari kendaraan di depan saat mengurangi kecepatan, sebelum berbelok dan merunut gigi turun ke gigi rendah. Juga di mobil manual, lepas kopling secara perlahan untuk menghindari ban mengunci saat melepas kopling.

8. Rev matching

Ini adalah teknik untuk melakukan engine brake secara halus. Jadi pada saat kita menginjak kopling dan memindahkan ke gigi rendah, gas diinjak supaya putaran mesin naik. Dengan demikian saat pedal kopling dilepas terasa halus. Selain lebih nyaman, teknik ini juga rmembuat ban tetap berada pada traksi maksimal. Latihan dan keterbiasaan diperlukan supaya bisa mengeksekusinya secara benar. Di dunia balap, teknik ini dikenal dengan heel and toe dengan kaki kanan menginjak rem dan gas, sementara kaki kiri menginjak kopling.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh GARASI.ID
Terakhir diupdate: 09 Jul 2019 | 16:01 WIB
BAGIKAN