BBM
BBM

Premium Resmi Dihapus Awal Tahun, Pertamina Jual Pertalite Hanya Rp 6450,-

23 Nov 2020 | 12:11 WIB

Pernahkah kamu memperhatikan ketika kamu melakukan pengisian bahan bakar yang tersedia seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar dan Bio Solar. Solar dan bensin sudah jelas perbedaannya.

Namun sesama bensin, ternyata ada perbedaanya lho. Perbedaan ini terletak pada nilai oktan BBM atau beberapa orang menyebutnya RON. Lantas, apa yang dimaksud dari nilai oktan pada bensin? Apa pengaruhnya pada mesin? Nilai oktan BBM berapa yang cocok untuk mobil? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Alasan bensin jangan dicampur dengan kamper

Gonta-Ganti Oktan BBM Tidak Baik! Ini Penjelasannya.

Nilai oktan BBM adalah suatu angka yang menunjukan seberapa besar tekanan udara yang mampu diberikan sebelum bensin terbakar dengan spontan. Itu artinya, besar kecilnya nilai oktan akan menentukan apakah bensin mudah terbakar atau tidak.

Kalau nilai oktan rendah, maka dalam tekanan udara rendah pun bensin bisa terbakar secara sendirinya. Kalau nilai oktan tinggi, maka bensin dapat terbakar dalam sendirinya dalam tekanan yang lebih tinggi.

Nama oktan sendiri diambil dari salah satu molekul penyusun bensin, secara umum bahan bakar bensin terdiri dari molekul oktana (C8) dan heptana. Oktana dipilih karena molekul inilah yang memiliki sifat kompresi paling bagus, dibandingkan heptana oktana dapat ditekan menjadi molekul paling kecil tanpa terjadinya pembakaran spontan.

Gonta-Ganti Oktan BBM Tidak Baik! Ini Penjelasannya.

Penentuan nilai oktan BBM, itu ditetapkan oleh badan Research Octane Number (RON) dengan mengisi bensin yang akan diuji kedalam mesin uji. Mesin uji tersebut memiliki tekanan variasi, dan dengan ini akan diketahui pada tekanan berapa bensin akan terbakar. Oleh sebab itu ada beberapa orang yang menyebutkan RON sebagai nilai index oktan BBM.

Oktan BBM ‘TIDAK’ berpengaruh terhadap performa mesin

Banyak isu simpang siur yang menyatakan bahwa nilai oktan BBM berpengaruh pada performa mesin. Sebenarnya hal ini tidak bisa dibenarkan, karena penentuan nilai oktan sebenarnya mengikuti dari kondisi mesin itu sendiri.

Kita tahu pada mesin bensin, tekanan kompresi tiap mesin berbeda ada yang 100 PSI ada pula yang tembus 140 PSI. Nilai tekanan kompresi inilah yang sebenarnya menentukan performa mesin. Tekanan kompresi yang tinggi, akan menghasilkan pembakaran dengan daya ledak tinggi dan emisi yang rendah. Namun mesin dengan tekanan kompresi tinggi memerlukan bensin dengan oktan yang lebih tinggi pula.

Gonta-Ganti Oktan BBM Tidak Baik! Ini Penjelasannya.

Inilah tujuan penetapan nilai oktan, agar tidak salah memilih bahan bakar. Kalau tekanan kompresi tinggi, gunakan bensin beroktan tinggi. Dan sebaliknya, kalau tekanan kompresi rendah gunakan juga bensin beroktan rendah. Jadi pada intinya nilai oktan BBM tidak mempengaruhi performa mesin, tapi kompresi mesin itu sendiri yang mempengaruhi performa mobil. 

Ikuti oktan BBM anjuran pabrikan mobil

Setiap mobil biasanya akan memiliki anjuran jenis bahan bakar sepeti apa yang sebaiknya digunakkan. Entah itu mobil yang diharuskan menggunakan oktan BBM 90, 92 atau 95. Anjuran jenis bahan bakar di setiap kendaraan tentu bukan tanpa alasan Sahabat. Produsen mobil sudah menghitung dan meriset oktan BBM jenis berapa yang mampu mengeluarkan performa optimal dari sebuah mobil. 

Gonta-Ganti Oktan BBM Tidak Baik! Ini Penjelasannya.

Namun sayangnya, meskipun telah diberikan anjuran oktan yang harus digunakkan, tidak jarang beberapa pemiliki mobil justru mengisi bahan bakar mobil tersebut dengan oktan yang lebih rendah. Bahkan ada juga beberapa orang yang sering bergonta ganti jenis oktan BBM kendaraannya.

Terlalu sering menggonta-ganti jenis oktan bahan bakar tentu tidak dianjurkan, apalagi jika menggantinya dengan oktan yang lebih rendah. Contohnya, mobil yang dianjurkan menggunakan oktan BBM 95 menggunakan oktan BBM 90. 

Efek samping sering mengganti oktan BBM

Bicara bahaya atau tidak jika sering gonta-ganti bahan bakar, maka jawabannya adalah relatif. Kenapa relatif? Ada beberapa faktor yang bisa menyatakan bahaya atau tidaknya gonta-ganti oktan BBM.

Gonta-Ganti Oktan BBM Tidak Baik! Ini Penjelasannya.

Pertama, seberapa sering? Jika kamu terlalu sering gonta-ganti oktan BBM, maka kerja mesin menjadi ‘bingung’ karena setiap jenis bahan bakar memiliki tingkat kompresinya masing-masing. Peralihan yang terlalu cepat dan sering tentu berdampak buruk.

Kedua, perhatikan kondisi tangki. Sebaiknya biarkan bahan bakar sebelumnya habis atau tersisa sedikit, baru menggantinya dengan jenis oktan BBM lain.

Ketiga, ingat bahwa semua jenis bahan bakar itu memiliki unsur penyusun yang sama. Tersusun atas rantai hidrokarbon, yang tidak menimbulkan reaksi kimia berbahaya meski tercampur. Bahaya justru timbul jika dalam bahan bakar tersebut ada pengotor seperti logam berat, yang didapat dari lingkungan atau tempat penyimpanan.

Sekarang sudah paham, kan tentang bahaya atau tidaknya gonta-ganti bahan bakar? Nah biar mobil bekas kamu selalu memiliki performa optimal, selalu gunakan oktan BBM yang sesuai dan tentunya perawatan mobil yang rutin. Nah, dalam rangka penghapusan BBM premium, baru-baru ini PT. Pertamina memberikan diskon harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta Barat (Jakbar), Jakarta Selatan (Jaksel), dan Jakarta Timur (Jaktim). Sebelumnya, diskon ini berlaku di Jakarta Pusat (Jakpus) dan Jakarta Utara (Jakut).

Unit Manager Communication, Relation & CSR Marketing Operation Region III Pertamina III Eko Kristiawan mengatakan besaran diskon adalah Rp1.200 per liter. Jadi, harga Pertalite turun dari harga normal Rp7.650 menjadi Rp6.450 per liter atau setara Premium. Nah dimana sajakah letak SPBU yang menjual Pertalite seharga premium? Yuk simak sebaran lokasi SPBU yang tersebar di area Jakarta berikut :

A. SPBU Jakarta Pusat

1. SPBU Jalan Cideng Timur

2. SPBU Jalan Raya Pramuka 56-57 Paseban

3. SPBU Jalan Letjend Suprapto No.56, Tanah Tinggi, Johar Baru

4. SPBU Gunung Sahari IX

5. SPBU Jalan Gereja Theresia, Gondangdia, Menteng

6. SPBU Jalan Industri No.1 Kamayoran

7. SPBU Jalan Samanhudi, Sawah Besar

8. SPBU KH, Mas Mansyur

9. SPBU Kramat Raya, Kwitang

10. SPBU Jalan Raya Ahmad Yani

11. SPBU Jalan Cempaka Putih Raya

B. Jakarta Utara

1. SPBU Yos Sudarso, Sunter

2. SPBU Jalan Pegangsaan Dua No.81 

3. SPBU Jalan Pluit Raya

4. SPBU Jalan Muara Baru Penjaringan

5. SPBU Jalan Cakung Cilincing

6. SPBU Jalan Bidara Marunda, Cilincing

7. SPBU Jalan Raya Cakung-Cilincing, KBN Cakung, KBN Cakung Utara

8. SPBU Boelevard Barat, Kelapa Gading

9. SPBU Jalan Boelevard Timur

10. SPBU Pegangsaan Dua, Kelapa Gading

11. SPBU Jalan Raya Plumpang Semper

12. SPBU Boulevard Artha Gading Blo

13. SPBU Jalan Logistik No.85 Pegangsaan

14 SPBU Kawasan Bisnis Artha Gading Blok D

15. SPBU Jalan Danau Sunter Utara

16. SPBU Kampung Bandan

17. SPBU Benyamin Sueb

18. SPBU Pluit Permai Raya

Foto: Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 23 Nov 2020 | 12:11 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarubekasjualbeliBBMRON88RON92RON94PremiumPertalitepertamaxotomotiftips