Penggantian velg harus dibarengi dengan penggantian ban, karena ukurannya akan berubah.
Selalu sesuaikan ukuran ban mobilmu dengan spesifikasi yang dianjurkan.

Jangan Asal Pilih, Ban Punya Fungsi yang Krusial

10 Jul 2019 | 16:13 WIB
BAGIKAN

Salah satu tanggung jawab dari pemilik kendaraan pribadi adalah merawat ban. Ban adalah komponen yang dimiliki oleh semua jenis kendaraan baik roda 2 maupun roda 4. Karena pemakaian dan bersinggungan dengan jalan setiap hari, maka pada satu titik ban harus diganti atau diisi angin dan sebagainya.

Mengapa ban harus dirawat? Hal ini berkaitan dengan keamanan pengendara dan kendaraan saat di jalan.  

Ban yang tidak dipilih dengan benar bisa menyebabkan kecelakaan dan fatalnya berujung kematian. Apakah resikonya memang seserius itu?

Risiko ini bukannya menakut-nakuti, karena jika seseorang salah memilih ban bisa-bisa terjadi oleng di jalan. Atau yang lebih buruknya, kendaraan tidak bisa berjalan dengan posisi seimbang, apalagi jika kondisi jalanan cukup curam. 

Dengan demikian, ban mobil memang harus dipilih secara teliti dengan benar. Seseorang tidak bisa begitu saja membeli tanpa dilihat dulu bagaimana produknya.

Karena sangat penting dan kesalahannya dapat berisiko, libatkan orang lain untuk proses pemilihan ini dan jangan terlalu hemat jika harus mengeluarkan uang cukup banyak agar ban dengan kualitas baik bisa terbeli. Berikut ini adalah tips memilih ban mobil dengan benar seperti yang dilansir situs daihatsu.co.id:

Setiap Ban Punya Tipe Berbeda

Jangan salah memilih tipe ban. Setiap kendaraan punya tipe dan ukuran bawaan sendiri. Tipe tersebut diukir pada bagian plakat laci atau pintu, tergantung jenis mobil. Selain itu, ada juga yang mencantumkannya di dekat tutup tangki bahan bakar.

Bagian petunjuk penggunaan juga bisa menjadi tempat penyertaan tipe dan ukuran ban. Tipe tersebut diterangkan pada kombinasi sebuah kode. Sebagai contoh, jika ada ban mobil diberi kode  P 215/55R17 93V, huruf ‘P’ merupakan kode yang berarti Passenger. Arti dari Passenger di sini adalah mobil ini memang didesain untuk mengangkut orang.

Untuk jenis lainnya ada juga tipe ban LT untuk Light Truck atau truk kecil yang bisa membawa muatan barang. Lalu ada ST untuk Special Trailer dan T untuk Temporary yang dikhususkan kepada ban serep atau cadangan sehingga tidak bisa dipakai terus menerus. 

Ukuran Ban

Untuk menelaah tentang ukuran ban, pemiliknya harus mengetahui dulu arti dari kode-kode yang diukir di permukaan samping ban. Sebenarnya, cara menerjemahkan kode tersebut cukup mudah. Jika ada ban dengan kode 205/55 R16 91 V, maka angka 205 yang pertama menunjukkan tentang berapa lebar telapak ban dalam satuan mm.

Setelah itu, angka 60 dapat diartikan sebagai aspek rasio ketebalan ban dalam persentase atas lebar tapaknya.

R artinya radial. Ban kendaraan bermotor dibedakan berdasarkan beberapa kriteria. Ada ban tubetype (dengan ban dalam) dan tubeless (tanpa ban dalam), ada pula ban radial dan ban bias, yang dibedakan berdasarkan konstruksinya. Sedangkan angka 16 merupakan informasi terkait dengan diameter velg yang dicantumkan dalam satuan inci dan angka 91 menunjukkan indeks beban maksimum.

V adalah kode yang menunjukkan batas kecepatan maksimum. Setiap ban memiliki kode yang berbeda seperti S, Q, H, Z, dan lainnya. Kode ukuran ini bisa dibaca dengan mudah. Saat membeli mobil, pastikan untuk menanyakan apakah benar spesifikasi dari ban memang seperti itu.

Lebar Ban

Yang perlu diketahui tentang hubungan lebar ban dengan performa adalah semakin lebar maka performa dalam hal daya cengkram dan percepatan bisa semakin maksimal. Namun demikian, lebar ban di sini juga sangat terbatas dengan ukuran velgnya.

Sebaiknya jangan memodifikasi kendaraan di bagian ban dan velg karena performanya menjadi berubah dan tidak sesuai kapasitas mesin.

Pola Tapak Ban

Pola ukiran ban sangat penting untuk memastikan bahwa benda ini masih layak berada di kendaraan si pemilik. Mengapa demikian? Karena pola tapak ban sangat penting untuk memperbesar gesekan antara ban dengan jalan. Jika gesekannya kecil, maka risiko untuk terpeleset atau tergelincir di jalan akan lebih besar. Akibat yang lebih buruk adalah bisa menyebabkan kecelakaan.

Ban yang paling baik adalah dengan alur V karena daya gaya gesekannya tinggi. Selain itu, dengan musim di Indonesia yang kadang hujan dan jalanan kerap basah, pola ini akan bisa tetap mempertahankan posisi ban dan kendaraan seimbang serta stabil. Ban jenis ini biasanya dibanderol dengan harga yang lebih mahal tetapi keamanannya sangat terjamin.

Ketebalan Ban

Ban yang baik adalah ban yang memiliki ketebalan 50. Jika ban lebih tebal maka keseimbangan serta performanya bisa naik. Sebaliknya, tanpa profil yang baik maka performanya bisa amat menurun. Harga ban yang profilnya tinggi memang sedikit lebih mahal, tetapi perbandingannya tidak terlalu jauh.

Jadi, daripada sering mengganti lebih baik untuk memilih ban dengan kapasitas paling maksimal.

Tahun Pembuatan Ban

Bagaimana cara mengamati tahun pembuatan ban sebagai referensi pemilihannya? Yang pertama, perhatikan kode ban. Di sana ada empat digit angka seperti kode 0313. Kode tersebut dapat diterjemahkan menjadi angka 03 yang berarti waktu dibuat ban di minggu ketiga.

Lalu, angka 13 menunjukkan pada tahun berapa ban itu diproduksi. Jadi, untuk kode 0313 artinya ban tersebut dibuat pada minggu ke–3 tahun 2013.


Sebaiknya, pilihlah ban dengan tahun pembuatan yang masih baru. Karena kualitasnya pasti berbeda dengan ban yang lama. Tidak hanya itu, proses penyimpanan juga bisa menjadi salah satu pertimbangan yang sangat penting. Ketika lama disimpan bisa jadi ada masalah, misalnya jika tempat penyimpanannya lembab atau terkena sinar matahari langsung.

Cermat Memilih Ban Mobil

Jangan terlalu berhemat untuk membeli ban mobil, karena taruhannya adalah nyawa. Belilah di tempat yang resmi dan terpercaya, karena ban tersebut akan lebih awet dan tentunya Sahabat akan mendapat garansi ban resmi yang bisa diklaim sewaktu-waktu


Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Terakhir diupdate: 10 Jul 2019 | 16:15 WIB
BAGIKAN