Fitur Mobil
Fitur Cruise Control

Mubazir, Tidak Semua Fitur Mobil Canggih Bisa Digunakan

27 Jul 2018 | 17:00 WIB

Inovasi teknologi yang dikembangkan oleh pabrikan mobil ditujukan untuk menambah nilai kenyamanan dan keamanan para penggunanya. Namun, ada fitur-fitur mobil yang fungsinya tak optimal atau sampai mubazir karena tidak sesuai karakter lingkungan di Indonesia.

Fitur cruise control misalnya, fitur ini disematkan pada mobil kategori menengah atas, seperti Toyota C-HR, Honda HR-V, Mitsubishi Delica, Toyota Voxy, dan lainnya. Mengutip AutoExpress, fitur cruise control dibuat untuk menjalankan mobil secara otomatis dalam kecepatan konstan. Untuk mengaktifkan fitur ini, pengemudi tinggal menekan tombol di setir kemudi atau tuas di samping setir kemudi (tergantung jenis mobil). Setelah itu, setel kecepatan yang diinginkan, biasanya cruise control bisa diaktifkan dalam kecepatan 40 km/jam ke atas.

Mubazir, Tidak Semua Fitur Mobil Canggih Bisa Digunakan

Baca Juga : Bingung Pakai Fitur Cruise Control Mobil? Begini Caranya

Manufaktur otomotif kini sudah membuat fitur cruise control yang lebih canggih. Teknologi adaptive cruise control misalnya, tidak hanya mampu mengoperasikan pedal gas secara otomatis, tapi juga dilengkapi sensor untuk mendeteksi objek di depan kendaraan. Saat ada mobil lain yang melambat, sensor akan mengirim perintah kepada pusat elektronik mobil agar melakukan pengereman, bahkan berhenti jika diperlukan.

Teknologi cruise control mulanya terpasang pada mobil-mobil dari manufaktur Amerika Serikat (AS). Kondisi ruas jalanan di Negeri Paman Sam yang panjang-panjang dan lurus memungkinkan mobil melaju dalam kecepatan konstan untuk waktu lama. Pada kondisi ini fitur cruise control membuat pengemudi bisa sedikit bersantai.

Fitur cruise control sulit untuk difungsikan di jalanan dengan lalu lintas padat seperti di Indonesia misalnya.  Mengutip Antara, pada 2015 Waze mengeluarkan data rata-rata kecepatan berkendara di Jakarta hanya 18 km/jam di hari kerja, sedangkan pada Sabtu dan Minggu rata-ratanya naik menjadi 22 km/jam. Dalam keadaan lalu lintas seperti itu, fitur cruise control dipastikan bakal terlupakan, apalagi jalan tol juga sering didera kemacetan. 

Setiap penambahan sebuah fitur pada mobil pastinya akan mengatrol harga jual. Pertanyaannya, apakah konsumen harus membayar untuk fitur yang belum tentu bisa difungsikan maksimal?

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 11 Mei 2020 | 14:39 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarubekasjualbelikendaraanfiturluarnegrinegaracruisecontrolebrkendarateknologicanggihtipsotomotifgarasiidindonesiamacetjakarta