Takanan Angin Ban
Tekanan Angin Yang Tepat

Soal Tekanan Angin Pada Ban : Bukan Kurang atau Lebih, Tapi Begini Seharusnya..

13 Mar 2019 | 14:12 WIB
BAGIKAN

Tekanan angin ban merupakan salah satu kunci utama keselamatan berkendara dan kualitas pengendalian mobil yang kerap terlupakan.

Berbagai hal mengenai tekanan angin ban, akan mengakibatkan macam-macam efek pada kendaraan dan pengendaliannya. Misal saja kekurangan dan kelebihan tekanan angin.

Soal Tekanan Angin Pada Ban : Bukan Kurang atau Lebih, Tapi Begini Seharusnya..

Kurang Tekanan Angin Dapat Menimbulkan Ban Meledak

Hal yang sering membingungkan setiap pemilik mobil adalah tanpa disadari bahwa tekanan angin pada ban sebenarnya kurang. Hal ini justru akan berdampak pada peningkatan keausan pada tepi luar telapak ban. Yang lebih berbahaya, kurangnya tekanan angin akan lebih rentan panas dan beresiko ban akan meledak. Berbahaya bukan jika hal ini terjadi pada mobil Sahabat ketika dalam perjalanan?

Kelebihan Tekanan Angin Dapat Menyebabkan Ban Cepat Rusak

Jika kekurangan tekanan angin dapat menyebabkan ban meledak, lalu kelebihan tekanan angin pada ban apa yang akan terjadi? Tentu saja hal ini juga jangan sampai terjadi karena ban akan menyebabkan kerusakan lebih cepat dan keausan yang tidak merata. Sederhananya, jika tekanan angin pada ban terlalu berlebihan maka cengkraman kurang dan lebih mudah selip. Selain itu, jika ban terbentur dengan benda-benda baik keras maupun halus akan lebih rentan meledak. Belum lagi tekanan angin yang berlebihan pada ban akan menimbulkan bagian-bagian ban yang melendung dimana hal tersebut akan berakibat sangat fatal. Lantas, mana yang lebih bahaya? Tekanan angin yang kurang atau tekanan angin yang berlebihan? Kesimpulannya, tidak ada yang lebih baik dari kedua kondisi tekanan angin tersebut, baik kurang maupun berlebihan.

Mengatasi hal tersebut, Sahabat sebaiknya mengetahui berapa tekanan ban ideal kendaraannya. 

"Untuk mengetahui angka idealnya, bisa dilihat dari stiker yang biasanya ditempelkan di pilar pintu pengemudi," jelas Akhir Anarkhimurti, senior test engineering PT Gajah Tunggal. Melansir laman carreview.com.

"Terkecuali jika spesifikasi ukuran ban dan peleknya sudah diganti. Hitungannya bakal lain," lanjutnya. Namun, lelaki yang disapa Acil itu menyatakan, meski ukuran ban dan pelek tidak standar, tekanan angin ban tetap tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Baca juga: Merawat Ban Mobil, Jadikan TWI Untuk Patokan

Supaya tetap terjaga ideal, tentu harus rutin melakukan pengecekan. Mudah, bukan? Namun pengecekan ban ada aturannya lho.

Pengecekan tekanan angin ban sebaiknya dilakukan ketika kondisi ban dingin, begitu pun juga untuk penambahan tekanan anginnya.

"Pada kondisi dingin, maka tekanan ban menunjukkan angka aktualnya. Jika sudah terlanjur panas, maka udara pada ban akan memuai dan terjadi ketidak-akuratan. Hal ini berlaku baik pada ban dengan isi angin biasa maupun nitrogen," lanjut Acil.

Dengan demikian ia menyarankan agar lakukan pengecekan dan penambahan sebelum memulai perjalanan.

Mengenai jadwal penambahan angin, Acil membagi sedikit tipsnya.

"Lakukanlah pengecekan rutin setiap setidaknya dua minggu sekali. Khususnya untuk mobil yang dipakai harian," tuturnya.

"Memang sebatas ancar-ancar, namun biasanya setelah waktu berjalan, biasanya terjadi perbedaan tekanan antara ban satu dengan lainnya," tutupnya. 

Nah Sahabat, begitulah aturan yang tepat untuk tekanan angin untuk kendaraanmu. Semoga tips ini bisa menambah wawasan Sahabat Garasi semua ya.

Foto : Garasi.id

Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 13 Mar 2019 | 14:12 WIB
BAGIKAN