Transmisi AMT
Transmisi AMT Tak Cocok di Indonesia

Transmisi AMT di Cap Tak Cocok di Indonesia

23 Jul 2019 | 14:44 WIB

Walau punya opsi Automated-Manual Transmission (AMT), Datsun memilih menggunakan Continously Variable Transmission (CVT) pada model baru Cross yang dijual di Indonesia. Menurut Nobuyuki Kawai, Chief Vehicle Engineer Datsun Business Unit, Nissan Motor Co., Ltd, AMT tidak sesuai buat kebutuhan konsumen Indonesia. 

Transmisi AMT di Cap Tak Cocok di Indonesia

"AMT tidak cocok untuk Indonesia, karena berbasis transmisi manual. Secara otomatis kerjanya 'mencium' kopling, ini sangat sederhana, bukan seperti double clutch. AMT adalah single clutch, jadi ini tidak cocok untuk smoothness," kata Kawai, melansir dari Kompas.com.

Saat dikemudikan AMT punya ciri khas memiliki jeda setiap penggantian gigi. Efeknya pengemudi merasakan momentum (gaya dorong mobil ke depan) terlalu lama sebelum pindah ke gigi lebih tinggi.

Buat Cross yang dikatakan Kawai beratnya sekitar 980 kg tidak cocok menggunakan AMT karena pengemudi akan merasakan momentum cukup besar. Sebelum Cross, Kawai merancang Redi-GO seberat 670 kg menggunakan AMT untuk India. Di Indonesia, misalnya di Jakarta, jelas Kawai, punya tingkat kemacetan berat dengan gaya mengemudi stop and go. Memilih CVT pada Cross disebut sebagai penunjang kehalusan mengemudi. 

Baca juga: Lebih "Gereget" Mana, Matik Konvensional Atau CVT?

"Normalnya kami menggunakan double clutch, tapi CVT punya konverter torsi yang menyerap momentum. Inilah salah satu poin CVT yang tidak bisa di AMT. Jadi saya memutuskan CVT adalah keputusan terbaik untuk jalan-jalan Indonesia," kata Kawai.

Foto : Garasi.id


Ditulis oleh ANJAR
Terakhir diupdate: 10 Mei 2020 | 18:15 WIB
Bagikan

Kata Kunci Pencarian

mobilbarubekastransmisiAMTjualbeligigidatsunCVTotomatismanualjakartadepokbekasitanggerang